Kembali ke galeri publikasi
Artikel Pengabdian Masyarakat, PPK ORMAWA

PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS Laksanakan Transfer Teknologi Instore Dryer System dan Visitasi Internal Perguruan Tinggi di Desa Taruman

Grobogan, 21 Agustus 2026 – Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IMM Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melaksanakan kegiatan Transfer Teknologi Instore Dry...

PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS Laksanakan Transfer Teknologi Instore Dryer System dan Visitasi Internal Perguruan Tinggi di Desa Taruman

Grobogan, 21 Agustus 2026 – Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IMM Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melaksanakan kegiatan Transfer Teknologi Instore Dry...

Grobogan, 21 Agustus 2026 – Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IMM Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melaksanakan kegiatan Transfer Teknologi Instore Dryer System sekaligus Visitasi Internal Perguruan Tinggi pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan bertempat di Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, dan menjadi salah satu tahapan penting dalam implementasi program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan sektor pertanian dan pengembangan teknologi tepat guna.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta penyampaian laporan Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak, di antaranya Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., Kepala Desa Taruman, Kasir, serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Wakid Mutowal, S.TP., M.Sc.

Agenda utama kegiatan berupa sosialisasi dan transfer teknologi Instore Dryer System yang dirancang sebagai solusi untuk membantu proses pengeringan bawang merah. Teknologi ini diperkenalkan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan efisiensi proses pascapanen, menjaga kualitas hasil pertanian, serta mengurangi potensi kerugian akibat proses pengeringan yang terkendala kondisi cuaca.

Dalam kegiatan tersebut, Tim PPK Ormawa bersama tim pelatihan memberikan penjelasan mengenai fungsi, komponen, prinsip kerja, serta tata cara penggunaan Instore Dryer System. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai prosedur pengoperasian dan pemanfaatan alat secara optimal agar teknologi yang diberikan dapat digunakan secara mandiri dan berkelanjutan.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan secara simbolis dan peletakan bawang merah ke dalam Instore Dryer System. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pemanfaatan teknologi pengering oleh masyarakat Desa Taruman sekaligus bentuk komitmen bersama dalam mengembangkan inovasi teknologi tepat guna di sektor pertanian.

Selain transfer teknologi, kegiatan juga dirangkaikan dengan Visitasi Internal Perguruan Tinggi. Visitasi ini menjadi bagian dari proses pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS, khususnya dalam melihat perkembangan program, keterlibatan masyarakat, serta implementasi teknologi yang telah dikembangkan dan diberikan kepada masyarakat Desa Taruman.

Melalui visitasi tersebut, Tim Pelaksana memperoleh kesempatan untuk menyampaikan perkembangan program secara langsung serta mendapatkan masukan dan evaluasi sebagai bahan perbaikan dalam pelaksanaan program berikutnya. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memastikan bahwa program yang dijalankan tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi memberikan manfaat nyata dan dapat berkelanjutan di tengah masyarakat.

Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS, Aji Hildan Ferdiansyah, menyampaikan bahwa transfer teknologi Instore Dryer System merupakan salah satu bentuk implementasi program yang dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat Desa Taruman.

“Transfer teknologi ini menjadi langkah penting dalam membantu masyarakat, khususnya dalam proses pascapanen bawang merah. Kami berharap Instore Dryer System tidak hanya menjadi alat yang digunakan selama program berlangsung, tetapi dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat sehingga mampu memberikan dampak terhadap efisiensi pengeringan dan peningkatan kualitas hasil pertanian,” ujar Aji Hildan Ferdiansyah.

Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Kehadiran teknologi Instore Dryer System diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan pengeringan bawang merah sekaligus mendukung peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian masyarakat Desa Taruman.

Melalui kegiatan Transfer Teknologi dan Visitasi Internal Perguruan Tinggi ini, Tim PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan memastikan setiap program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.